WHY DO HUMANS ALWAYS WANT POWER?

 

MENGAPA MANUSIA SELALU INGIN BERKUASA

            Manusia adalah  mahluk sosial yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain, sehingga dalam menjalani aktifitas kehidupannya selalu dilakukan dalam suasana kebersamaan. Perjalanan hidup yang dibangun melalui ikatan kebersamaan, tentu memerlukan peran pemimpin yang mampu mengatur dan mengendalikan aktifitas yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan hidup, sehingga dengan peran tersebut secara bertahap dapat tercipta kerhamonisan dan keselarasan hidup antar individu maupun kelompok yang terikat dalam kebersamaan. Dengan demikian dalam hidup bermasyarakat diperlukan pemimpin yang dapat menentukan arah dan tujuan sesuai dengan cita-cita dan harapan masyarakat yang ia pimpin, sehingga terhindar dari akitifitas yang berjalan tanpa arah, serta kekacauan akibat benturan kepentingan dari masing-masing individu.  

Kekuasaan adalah sarana yang mampu memberi rasa bangga dan tempat yang terhormat bagi manusia, sehingga dalam setiap langkah hidupnya selalu dihargai dan dihormati oleh mereka yang berada dibawah kekuasaannya, hal ini terjadi karena dalam kekuasaan melekat adanya kewenangan untuk menentukan kebijakan yang menyangkut kepentingan hidup orang banyak, sehingga keberadaan seorang penguasa selalu menjadi tumpuan harapan bagi mereka yang berkepentingan. Salah satu sifat yang melekat dalam diri penguasa adalah adanya rasa bangga manakala ia mampu memerintah dan mengendalikan banyak orang, sera mendapatkan penghormatan dan sikap respek dari mereka, dalam keadaan tersebut terkadang muncul peluang untuk mendapatkan kemudahan terhadap segala sesuatu yang ia inginkan, termasuk diantaranya mendapatkan finansial berupa materi, serta pelayanan VIP pada fasilitas yang ia dapatkan. Adanya kemudahan  mendapatkan fasiltas dan pelayanan bagi pemimpin dalam menjalankan kekuasaan, cenderung menimbulkan  syahwat dan keinginan untuk berkuasa dalam waktu lama, hal ini dapat dilihat dari para pemimpin negara yang selalu ingin mempertahankan kekuasaannya dalam waktu dan periode yang maksimal, bahkan terkadang sampai melanggar konstitusi dan batas lamanya periode kepemimpinan. Dengan demikian, sekali manusia merasakan nikmatnya kekuasaan maka ia berharap ingin berkuasa selamanya, bahkan manakala sudah tidak mampu manjalankan kekuasaannya, ada kecenderungan untuk mewariskan pada anak dan keturunanya, sehingga berdampak pada timbul politik dinasti, dimana proses pergantian kepemimpinan hanya berputar dalam  satu lingkungan keluaraga.

               Kekuasaan adalah hak dan kewenangan yang dimiliki seseorang untuk mengatur orang lain sesuai dengan arah dan kebijakan yang ia inginkan, hal ini merupakan ketetapan yang telah diatur oleh hukum dan undang-undang, sehingga setiap warga negara harus mematuhi dan menjalankan segala kebijakan yang telah dikeluarkan oleh penguasa. Oleh karenanya setiap penguasa memiliki kedudukan dan posisi tawar yang kuat terhadap mereka yang berkepentingan, dan kodisi ini kerap disalah gunakan sebagai peluang untuk mendapatkan materi sebagai imbal jasa atas kebijakan yang diberikan. Dengan demikian semakin tinggi pangkat dan jabatan seorang pemimpin, akan semakin besar dan luas pula kekuasaan yang ia dapatkan, sehingga semakin besar peluang untuk mendapatkan finansial yang mampu meningkatkan pendapatan dan harta  yang  ia miliki, dan itu merupakan salah satu alasan mengapa mereka ingin selalu mempertahankan kekuasaanya.

Kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik dan benar, untuk itu setiap pemimpin harus mengedepankan perilaku jujur dan  adil serta lebih mengutamakan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi maupun golongan, selain itu mereka juga harus tahan terhadap berbagai godaan materi yang selalu hadir setiap saat. Kekuasaan hendaknya dilaksanakan dengan niat mengabdi dan melayanai masyarakat, serta menjalankan tugas secara amanah, dan sesuai ketentuan norma yang berlaku, sehingga dengan menjalankan tugas dengan baik dan jujur niscaya akan diperoleh ketenangan hidup dan penghasilam yang barokah. Selain itu seorang pemimpin harus mempunyai sikap sportif dan ikhlas untuk digantikan orang lain bila sudah selesai masa pengabdiannya, karena pada dasarnya negara adalah milik rakyat, pemimpin dipilih oleh rakyat  hanya untuk mengatur dan melayani rakyat, sehingga bila sudah saatnya berakhir maka harus segera berhenti dan menyarahkan  kepemimpinanya pada pejabat yang baru sebagai upaya regenarasi dan penyegaran kepemimpinan. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HEART & MIND EXERCISE

TIME IN HUMAN LIFE

PREDICTIONS OF OBSTACLES TO PRAYER FOR VICTORY