HUMANS ARE A PLACE OF WRONG AND SIN
MANUSIA TEMPAT SALAH DAN DOSA
Manusia terlahir ke dunia dalam keadaan
bersih tanpa noda, bagaikan kertas putih yang belum ada catatan didalamnya, untuk
selanjutnya kertas putih atau jiwa yang masih bersih itu diwarnai dengan bimbingan
dan pola asuh orang tua serta pergaulan di lingkungan masyarakat. Dalam
pergaulan hidup manusia tidak selamanya dipengaruhi oleh perbuatan yang benar, namun
terkadang dipengaruhi juga oleh perilaku salah yang ada dihati dan pikirannya, sehingga
berpotensi melanggar norma kehidupan. Perlu diketahui bahwa karakter manusia
yang baik dan buruk memiliki kedudukan yang sama, dimana keduanya selalu bersaing
dalam mempengaruhi hati, untuk selanjutnya mengarahkannya pada kehidupan yang benar
atau sebaliknya ke arah hidup yang salah dan sasat. Dengan demikian perjalanan hidup manusia,
memilki dua potensi yang akan membawanya kearah jalan yang benar atau salah, bergantung
dari pola atau kebiasaan mereka bergaul baik di lingkungan keluarga, sekolah
maupun masyarakat. Selain itu dalam diri manusia telah tertanam
karakter dasar yang diturunkan oleh kedua orang tuanya, dimana hal ini juga
salah satu potensi yang dapat mempengaruhi perilakunya dalam berinteraksi dan
bergaul dengan orang lain.
Manusia adalah mahluk yang paling mulia
dan sempurna, namun dibalik kesempurnaan tersebut ada kelemahan yang menjadi kodrat dalam hidupnya, kelemahan itu berupa perilaku tidak jujur, sifat emosional dan
pemarah, dimana
hal ini membawa potensi perbuatan yang berakibat pada kerugian, peselisihan dan
penderitaan orang lain. Dalam kehidupan manusia tentu tidak akan
lepas dari kesalahan, selain itu sudah menjadi takdir manusia dengan sifat dan
karakter yang dimilikinya akan selalu menimbulkan dua konsekuensi, yaitu
kebaikan yang menjadikan dirinya dihormati dan dihargai orang lain, serta
karakter buruk yang dapat menimbulkan kerugian dan penderitaan orang lain.
Keadaan tersebut akan terus berjalan mengiringi setiap langkah kehidupannya,
sehingga timbulnya kesedihan
dan kebahagiaan akan sangat ditentukan oleh baik
buruknya karakter manusia dalam berinteraksi di lingkungan masyarakat.
Guna menghindari perbuatan salah dan
dosa, diperlukan pengendalian diri yang kuat, yang diwujudkan melalui
peningkatan iman dan takwa serta dijalankan dengan melakukan ibadah secara
rutin dan konsisten, sehingga hati dan pikiran akan selalu terjaga dari
segala perbuatan yang berpotensi menimbulkan kesalahan dan perkeliruan. Perlu
diketahui bahwa perbuatan yang banyak melanggar norma merupakan cermin dari
rendahnya pengendalian diri, dimana salah satu ciri dari hal tersebut adalah
tidak adanya perasaan bersalah, manakala ia melakukan perbuatan yang menyakiti
atau merugikan orang lain, yang ada dalam dirinya adalah bagaimana ia
dapat memperoleh segala yang diinginkan dengan segala cara, tanpa mempedulikan
dampak yang ditimbulkan dari setiap perbuatan yang ia lakukan. Untuk itu
pengendalian diri merupakan hal yang penting sebagai langkah antisipasti dari
setiap perkataan dan berbuatan yang akan kita lakukan, sehingga dengan
melakukan pengendalian diri, niscaya kita terhindar dari perbuatan yang menimbulkan kerugian dan penderitaan orang
lain.
Salah dan dosa adalah dinamika dalam
kehidupan yang sudah menjadi takdir bagi
manusia, dengan demikian
tidak ada satupun manusia yang terlepas dari salah dan dosa kecuali nabi
dan rasul,
untuk itu marilah kita perbaiki kualitas iman dan takwa sebagai upaya untuk
menghindari segala pebuatan yang menyimpang dan berdampak pada ketersinggungan
pada orang lain. Dengan meningkatnya iman dan takwa nicaya akan membuat hati
memjadi lebih tenang dan hidup menjadi lebih bermakna, selain itu perlu diingat
bahwa kehidupan tanpa dilandasi iman dan takwa akan membuat hati menjadi
gersang serta perilaku yang tidak terkendali, bagaikan layang-layang putus dan
terbang bebas tanpa arah. Itulah kehidupan yang penuh dengan misteri
salah dan dosa, dimana kita semua tidak pernah tahu seberapa besar kesalahan
yang kita lakukan, dan seberapa besar dosa yang telah kita perbuat, dan
semua itu hanya Tuhan yang tahu, kita sebagai hambaNya hanya bisa perupaya
untuk berbuat dan berperilaku yang terbaik, sehingga dapat terhindar dari
kesalahan yang dapat menyinggung perasaan orang lain.
Komentar
Posting Komentar