SOWING WAR REAPS LOSS & SUFFERING

 

MENEBAR PEPERANGAN MENUAI KERUGIAN & PENDERITAAN

            Manusia adalah mahluk paling sempurna, yang diciptakan Tuhan dengan bentuk fisik, wajah dan karakter yang berbeda satu sama lain, namun dibalik perbedaan tersebut ada karakter yang tidak lepas dari kebiasaan hidupannya, yaitu  sifat emosional, dendam, dan egois yang berpotensi pada timbulnya gesekan dan pertikaian satu sama lain, baik antar perorangan, kelompok, maupun dalam kapasitas yang lebih luas seperti pertikaian atau perang antar negara yang kerap menimbulkan kerugian dikedua belah pihak. Pertikaian dan perang antar kelompok sudah ada sejak awal peradaban manusia, dimana mereka bertikai dalam upaya mempertahankan dan memperebutkan daerah kekuasaan yang didalamnya terdapat sarana  kehidupan berupa lahan pertanian, perkebunan, dan sumber air, selain itu juga adanya perebutan tapal batas wilayah yang sama-sama  mereka akui, sehingga timbul peperangan diantara mereka. Namun perlu dicatat bahwa dalam sejarah peperangan belum ada pihak yang berhasil maraih kemenangan mutlak, tanpa menderita kerugian, dengan demikian segala bentuk peperangan pasti berdampak pada timbulnya kerugaian keduabelah pihak, baik bagi mereka yang menang maupun yang kalah.

Perang merupakan jalan terakhir bila semua upaya perdamaian gagal, dan tidak diterima keduabelah pihak, karena masing-masing memiliki argumen dan alasan yang kuat, terlebih lagi bila melibatkan institusi negara dengan kekuatan militer yang berimbang, dalam hal ini sifat dan karakter pribadi pemimpin sangat berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan, tentunya dengan diperkuat oleh dukungan lembaga legeslatif dan staf pembatu pimpinan terkait. Namun perlu diingat bahwa  semua yang terlibat dalam peperangan, tentu  akan menderita kerugian baik materi maupun jiwa, hal ini tidak dapat dipungkiri dan dihindari bahwa perang dengan segala konsekuensinya akan berkibat pada hancurnya infrastuktur negara yang sudah dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit, selain itu rakyat yang tidak bersalah kerap menjadi korban, mengingat dalam perang modern semua sasaran sudah ada dalam peta dan jangkauan peluru kendali atau rudal lawan sehingga kemungkinan terjadinya salah sasaran akan sangat besar.

Perang merupakan pelampiasan nafsu amarah yang tidak terkendali dan hilangnya akal pikiran, serta  pertimbangan yang tidak rasioanal, sehingga mereka yang terlibat cenderung tidak memiliki nurani yang sehat, dan berakibat pada hilangnya rasa kasih sayang serta keluarnya nafsu amarah yang dilampiaskan dengan cara menyakiti, menyiksa dan membunuh satu sama lain. Dalam  kondisi seperti ini hak hidup seseorang sudah tidak ada harganya, yang ada dalam benak dan pikiran mereka adalah membunuh atau dibunuh. Dengan demikian tidak ada tempat aman untuk berlindung dari ancaman musuh, yang sewaktu waktu bisa saja membunuh atau melukai kita, terlebih lagi dalam perang modern di era sekarang, dimana segala peralatan dan senjata bisa dikendalikan dalam satu pusat komando pengedali, sehingga hampir semua ruang dan sudut wilayah dapat dilihat melalui satelit dan perangkat drone pengintai, Dalam kondisi ini kita hanya bisa pasrah dan  berserah diri kepada Tuhan YME, karena antara hidup dan mati sudah tidak berbatas, dan hanya takdir yang bisa menetukan pajang pendeknya umur kita.

Perang akan selalu berakhir dengan kesedihan dan penderitaan, dimana dampak yang ditimbulkan menyebabkan banyak orang kehilangan harta benda dan jiwa dalam jumlah yang besar, mengingat besarnya ledakan senjata yang mampu merobohkan bangunan yang kokoh, sehingga dapat menimpa siapapun yang ada didalamnya. Dalam kondisi ini  masyarakat yang tidak terlibat selalu menjadi korban, terutama dikalangan wanita dan anak-anak yang tidak berdosa. Selain itu perang juga berdampak pada semua sektor kehidupan terutama sektor ekonomi yang tentu akan jatuh terpuruk, sehingga dapat mengancam timbulnya kelaparan. Itulah perang yang selalu menimbulkan  kerugian dan penderitaan semua pihak, untuk itu marilah kita pelihara perdamaian dan kerukunan antar umat manusia, kerena perdamaian  merupakan sesuatu yang mahal,  mengingat kondisi itu tidak bisa dibangun dalam waktu sekejap, akan tetapi memerlukan waktu penyesuian yang sangat lama. Oleh karenanya marilah kita jaga kerukunan yang sudah kita bangun bersama, baik antara kerabat terdekat dalam satu wilayah, maupun antar negara karena perdamaian dan kerukunan akan membawa kehidupan yang lebih bermartabat dan bermakna bagi semuanya.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HEART & MIND EXERCISE

TIME IN HUMAN LIFE

PREDICTIONS OF OBSTACLES TO PRAYER FOR VICTORY