HOPING ON HUMANS ENDS IN DISAPPOINTMENT
BERHARAP PADA MANUSIA BERAKHIR KECEWA
Dalam menjalani hidup tentu membutuhkan
materi sebagai sarana yang dapat memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan, dan
untuk mendapatkannya diperlukan berbagai cara dan upaya termasuk diantaranya dengan
bergantung pada orang lain yang dapat memberi petolongan sesuai dengan harapan yang
diinginkan. Sudah menjadi takdir manusia yang diciptakan dengan beragam bentuk wajah, postur tubuh, dan karakter
yang tidak sama, termasuk didalamnya kemampuan akal dan pikiran yang
berbeda satu sama lain. Adanya keberagaman tersebut berdampak pada perbedaan
kemampuan dalam mencari dan mendapatkan penghasilan serta kondisi ekonomi
mereka, dimana ada diataranya yang berpenghasilan tinggi dan rendah, serta
kondisi miskin dan kaya, dengan status dan kedudukan berbeda satu dengan yang
lain, sehingga keadaan tersebut medorong timbulnya status seseorang lebih
tinggi dari yang lain, dan kerap menjadi tumpuan harapan bagi mereka yang ingin
mendapatkan pertolongan. Dengan adanya harapan untuk mendapatkan pertolongan, terkadang
ada diantaranya yang berupaya melakukan pendekatan, meskipun dengan jalan perantara
orang lain untuk dapat kenal lebih dekat maupun dengan cara mencari perhatian,
agar dapat dikenal dan diperhatikan oleh
orang yang kelak dapat memberi
bantuan sesuai yang mereka inginkan.
Sudah
menjadi kodrat manusia diberi kemampuan bicara dan komunikasi yang baik, dimana
dengan talenta komunikasi yang dimiliki tersebut, ia dapat menyampaikan
berbagai solusi tentang persoalan hidup, termasuk didalamnya kemampuan dalam
memperjuangkan nasib orang, sehingga banyak diantaranya yang percaya, dan menjadikan dirinya sebagai pihak yang bisa memberi
solusi atas permasalahan yang dihadapi banyak orang. Perlu
diketahui bahwa dalam kondisi sekarang sudah jarang ditemukan orang bersedia
membantu kesulitan orang lain, dengan sukarela tanpa mengharap imbalan, dengan
demikian segala jerih payah serta bantuan yang telah dilakukan tentu akan berdampak
pada pemberian materi, sebagai wujud ucapan terima kasih atas jasa yang telah
diberikan, hal ini sudah mejadi tradisi, dan kultur budaya yang berlangsung dari
dulu sampai dengan sekarang, serta kebiasaan yang sulit berubah dan terus berjalan
dari masa ke masa. Kebiasaan ini tidak lepas dari
sifat pamrih yang sudah tertanam dalam pribadi mereka, dan selalu dijadikan
obyek pemasukan untuk menambah penghasilan
diluar gaji dan insentip yang telah mereka terima.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa bergantung
dan berharap pada orang lain akan membawa konsekuensi pengorbanan berupa
imbalan yang harus disiapkan, sehingga sudah tidak ada lagi hubungan yang terjalin
berdasarkan ikatan persahabatan, namun sebaliknya dibangun atas dasar adanya keuntungan
satu sama lain, dan yang lebih menyakitkan hati adalah adanya perilaku salah satu diantara mereka yang hanya mengabil keuntungan sepihak dengan
melanggar janji yang telah disepakati, dan berakibat timbulnya rasa kecewa
dipihak lain.
Banyak orang pintar dengan gelar pendidikan
yang baik, serta menempati kedudukan penting di lingkungan pemerintah dan masyarakat,
sehingga mereka selalu disibukan dengan berbagai tugas yang menyita waktu, dan
berakibat pada banyaknya ucapan dan janji yang tidak konsisten dan cenderung berubah
sesuai kondisi yang ada. Perlu diwaspadai bahwa orang yang pintar dan
banyak bicara biasanya sulit untuk dipercaya, karena antara ucapan dan tidakan
yang dia lakukan terkadang tidak sesuai kenyataan, sehingga banyak orang kecewa akibat dari perbuatan yang dia
lakukan, karena janji yang diucapkan penuh dengan ketidak pastian.
Banyak berharap pada manusia akan berpotensi
timbulnya kekecewaan, mengingat ia bukan pihak yang bisa menetukan dan
memastikan segalanya, selain itu dia juga bukan aktor yang berdiri sendiri, akan tetapi banyak bergantung pada
pihak lain, seperti pada atasan, maupun rekan sejawat serta bawahan yang banyak
memberi masukan atas keputusan yang dia lakukan, selain itu faktor situasi dan
kondisi juga banyak mempengaruhi konsistensinya dalam menentukan keputusan,
sehingga terkadang ada janji dan ucapan yang tidak sesuai dengan harapan dan
kenyataan.
Dalam menjalani kehidupan didunia pada
dasarnya tidak ada yang pasti, karena segala yang kita upayakan dengan maksimal
belum tentu mendapatkan hasil sesuai yang
diharapkan, bahkan terkadang berakhir dengan kekecewaan, perlu disadari
bahwa manusia hanya dapat berusaha dan bekerja, namun hanya Tuhan yang
menentukan keberhasilan dari apa yang telah kita upayakan. Oleh karenanya jangan banyak
berharap dan bergantung pada manusia, tapi banyaklah berharap dan bergantung
kepada Tuhan sebagai Dzat yang maha menentukan segalanya, kita sebagai
manusia hanya bisa merencanakan dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya
selanjutnya Tuhan yang akan menentukan hasilnya. Untuk itu marilah kita berdoa
dan memohon kepada Tuhan atas segala harapan
yang kita inginkan, dan bekerja serta berupayalah dengan sebaik-baiknya
agar segala yang kita inginkan dapat terlaksana dengan baik, karena kita
sebagai manusia hanya dapat berusaha, selanjutnya Tuhan yang menentukan atas
segala usaha yang telah kita upayakan.
Komentar
Posting Komentar