SPREADING ADULTERY REAPS DIVORCE
MENEBAR PERSELINGKUHAN MENUAI PERCERAIAN
Perkawinan merupakan perjalanan awal
menuju kehidupan baru, dengan harapan dapat membina kesampai hayat
memisahkan. Kehidupan rumah tangga merupakan proses perja lanan panjang
yang tidak pernah lepas dari permasalahan, hal ini wajar, mengingat perkawinan
merupakan proses penyatuan dua hati yang berbeda, dimana masing-masing
pihak baik suami maupun istri, harus dapat menerima kelebihan maupun kekurangan
masing-masing. Namun diantara permasalahan yang ada terkadang ada satu hal yang
sulit dihindari, yaitu perilaku dan sifat selingkuh yang kerap menjadi batu
sandungan yang sulit dilewati, dan menjadi penyebab awal dari timbulnya perselisihan
dalam keluarga. Selingkuh merupakan perbuatan tidak jujur, dan penghianatan terhadap komitmen
kesetiaan yang dilakukan seseorang terhadap pasangannya, dimana segala
perbuatan yang dilakukan selalu dirahasiakan sehingga sering melukai perasaan dan mencedrai kepercayaan
dalam hubungan. Ada beberapa alasan timbulnya perselingkuhan dalam keluaraga,
diantaranya adalah ketidak puasan emosional, kebosanan, dan kurang perhatian diantara
pasangan,
Selingkuh adalah perbuatan yang selalu dihindari, karena setiap pasangan yang diikat dalam pernikahan, pada dasarnya telah memilki pondasi ikatan cinta yang kuat, sehingga sulit tergoyahkan manakala ada godaan yang hadir dalam setiap kesempatan, dengan demikian kuatnya ikatan cinta yang mendalam, tentu akan sulit untuk berpindah kelain hati. Perselingkuhan timbul manakala ada permasalahan yang sulit dicari jalan keluar, yang berakibat pada lunturnya rasa cinta diantara keduanya, dan bilamana sudah hilang rasa cinta, maka akan timbul hubungan yang hambar dan sulit dikembalikan seperti sediakala. Sebagai dampak dari hal tersebut, terkadang mereka menempuh jalan masing-masing, dengan mencari dan mendapatkan seseorang yang mampu mengobati kegundahan hati yang belum terobati.
Bagi kaum pria yang memiliki kedudukan dan pekerjaan mapan, biasanya tidak sulit mencari dan mendapatkan wanita sebagai sarana pelarian, karena banyak dunia hiburan yang memberi kesempatan mereka untuk mendapatkan wanita idaman sesuai dengan selera hatinya, selain itu bagi mereka yang tidak menyukai hiburan, biasanya melakukan cara lain yaitu mencari teman sekantor yang dapat dijadikan tempat mecurahkan isi hati (Curhat), dengan harapan dapat dijadikan sebagai teman kencan, dan terjalinnya ikatan cinta rahasia diantara keduanya. Sementara untuk wanita cenderung memiliki peluang yang terbatas untuk mendapatkan pria idaman sesuai selera hatinya, kecuali bagi yang memiliki pekerjaan diluar rumah seperti karyawati atau wanita karier mereka ada peluang untuk menjalin berhubungan dengan pria temen sekantor atau kolega, meski dengan peluang yang terbatas. Dengan demikian perselingkuhan pada umumnya terjadi dikalangan suami yang kurang mendapat kepuasan di rumah, dan cenderung mencari suasana baru yang tidak didapatkan dirumah.
Sudah menjadi takdir Tuhan, bahwa laki-laki memiliki kemampuan dan kuasa yang lebih dari perempuan, dimana ia sebagai kepala keluarga, mempunyai tanggung jawab dalam mencari dan memberi nafkah keluaga. Selain itu dari segi kemampuan fisik dan seksual, pada umumnya mereka memiliki hasrat yang hampir sama, yaitu menginginkan pasangan lebih dari satu, sebagai sarana untuk memenuhi syahwatnya yang tinggi, namun seiring perkembangan jaman yang semakin maju dimana derajat dan kedudukan wanita semakin meningkat, maka dominasi dan hasrat kuasa laki-laki tidak lagi dominan, namun cenderung menurun akibat adanya kesetaraan. Disisi lain kultur budaya dan karakter wanita sekarang yang tidak rela manakala suami memiliki wanita idaman lain, dan cenderung tidak menerima pola hidup polygami, untuk itu tindakan suami yang mencoba untuk mendapatkan wanita lain, sudah termasuk dalam perilaku yang menghianati kesetiaan, dan berpotensi pada timbulnya perceraian.
Perselingkuhan merupakan perbuatan yang dilakukan secara diam-diam dan cenderung dirahasiakan, mengingat hal itu merupakan pelanggaran terhadap ahlak dan moral, dimana mereka yang melakukan akan selalu merasa bersalah, terutama kepada istri dan keluarga. Sebagaimana kita ketahui bahwa banyak pejabat dan kalangan publik figur yang terperosok dalam jurang perselingkuhan, dan berdampak pada hancurnya nama baik dan karier yang telah dirintis selama bertahun-tahun. Perbuatan selingkuh pada dasarnya tindakan yang hanya mengikuti nafsu syahwat yang tidak terkendali, dan perbuatan ini akan terus dilakukan secara berulang dengan tanpa beban, dan akan berhenti manakala perbuatanya diketahui orang lain atau keluarga, dengan disertai sangsi dan tuntutan hukum.
Hidup adalah pilihan oleh karenanya
pilih hidup yang akan membawa kebahagian dan keselamatan, dengan mengedepanakan
kejujuran dan hati yang ikhlas, karena hal itu akan
menahan kita dari perbuatan nafsu dan syahwat yang tidak terarah. Perlu diketahui bahwa nafsu syahwat tidak
akan pernah terpuaskan manakala kita turuti, karena ia akan selalu medorong kita untuk melakukan
perbuatan menyimpang dari norma kebaikan. Disisi lain setiap wanita yang
mau dijadikan pelampiasan nafsu, tentu akan selalu menjadikan kita sebagai
lahan untuk menutupi kekurangan materi yang ia alami, dan akan menyerahkan segalanya dikala kita mampu
menanggung kehidupanya, namun manakala sudah
tidak mampu memberi materi sesuai yang dia minta, maka dia akan menuntut
pertanggung jawaban kita, atau lari
kepelukan laki-laki lain. Itulah perselingkuhan yang akan selalu memabawa pelakunya
kearah jurang kesengsaraan, dan kalau sudah terjerumus kedalamnya maka sulit untuk bangkit menju jalan yang benar. Untuk
itu mari kita menata pola hidup dengan
mengedepankan kesetiaan dan kejujuran, yang akan membawa hidup manjadi lebih
tenang dan bermanfaat bagi keluarga, serta perbanyaklah ibadah, iman
dan taqwa, karena itu yang akan membawa keselamatan dan kebahagian hidup
didunia dan di akhirat.
Komentar
Posting Komentar