GUIDANCE BECOMES VIEW 2x BECOMES GUIDANCE
TUNTUNAN JADI TONTONAN2x JADI TUNTUNAN
Waktu terus berputar mengiringi perjalanan
hidup, seakan tak terasa semakin lama dan jauhnya perjalanan waktu, semakin
banyak merubah karakter dan pola hidup kita, hal ini ditandai dengan cara
pandang kita dalam memaknai tuntunan sebagai salah satu sarana yang mampu memberikan
pencerahan dan pedoman hidup, demikian pula
dalam memandang tontonan, yang cenderung lebih banyak diminati dan dinikmati
dari pada tuntunan yang mungkin lebih membosankan dan kurang bermanfaat. Manusia yang lahir dan hidup di abad ini cenderung
memiliki karakter unik, dimana pola hidupnya banyak bergantung pada media
sosial sebagai sarana untuk mencari dan mendapatkan informasi, serta media
untuk mendapatkan penghidupan,
sehingga sebagian besar waktunya lebih banyak digunakan untuk berinteraksi
dengan Gawai dan Gatget, yang menjadi kebutuhan pokok serta tidak bisa lepas
dari gaya hidup. Namun demikian sebagian besar media sosial yang digunakan lebih banyak berkaitan dengan
tontonan dan hiburan, yang terkadang membuat kita menjadi terlena dan terbawa
arus lamunan sehingga tanpa disadari, banyak menjadikan figur dalam tontonan
sebagai panutan dalam kehidupan kita
sehari-hari.
Tuntunan merupakan bimbingan, petunjuk, dan pedoman yang dapat
mengarahkan kita untuk berperilaku yang benar dalam menjalani kehidupan, dengan
tuntunan diharapkan kita mampu merubah dan memperbaiki karakter yang lebih baik, sehingga akan tercipta keharmonisan hidup dalam
lingkungan keluarga dan masyarakat. Banyak tempat sebagai sarana untuk mendapatkan
tuntunan, seperti tempat ibadah yang kerap menampilkan pembicara yang mampu menjadi
daya tarik banyak orang, terutama dalam penyampaian
materi yang segar, penuh canda dan tawa sehingga mudah diterima oleh mereka yang
hadir. Namun faktanya mereka hanya tertarik dengan candaan penceramah yang terkesan
lucu, dan belum mampu menangkap makna dari materi yang disampaikan, padahal bila
dikaji lebih dalam, banyak makna yang dapat diambil sebagai sarana instropeksi
dan memperbaiki gaya hidup, dengan demikian tuntunan yang seharusnya
dijadikan pedoman hidup terkesan hanya sekedar tontonan yang tidak bermakna.
Penyampaian tuntunan banyak dipublikasikan dan dimuat lewat
media sosial, sehingga masyarakat mudah mengakses dan menyimak materi yang disampaikan
dalam tayangan tersebut, serta diharapkan dapat memberikan pencerahan dan nilai
tambah dalam menjalani kehidupan. Akan tetapi dengan adanya kemudahan orang untuk tampil
dan mempublikasikan materi ceramah dan mengajarkan kabaikan, namun terkadang
ada diantara mereka yang tema ceramahnya
berlawanan satu dengan yang lain, sehingga menimbulkan kebingungan bagi mereka
yang menyaksikan, selain itu banyak materi kajian yang bernada menghasut, ekstrim
dan radikal sehingga menimbulkan kebingung dikalangan masyarakat, yang pada
akhirnya tuntunan yang seharusnya
dapat memberikan pencerahan namun
sebaliknya hanya diterima sebagai tontonan, dan tidak mampu memberikan pencerahan
bagi mereka yang melihatnya.
Tontonan merupakan sarana yang dapat memberikan hiburan
yang berdampak pada kesenangan, dalam hal ini ada beberapa jenis tontonan seperti film, televisi,
media sosial, maupun tontonan yang bisa dilihat langsung seperti
konser musik, pertandingan oleh raga maupun peristiwa yang tidak sengaja ditemui
langsung di tempat kejadian, seperti pameran, pertunjukan sulap atau kejadian
yang bisa dijadikan sebagai bahan tontonan. Dengan adanya perkembangan media
sosial saat ini, banyak tontonan yang
bisa dilihat dengan mudah baik melalui kanal youtube, tiktok maupun
facebook, yang bisa delihat dengan mudah serta durasi waktu yang tak terbatas.
Dengan adanya media tersebut banyak film
dan tontonan yang menyajikan adegan drama percintaan, komedi, horor sampai dengan
adegan kekerasan yang bisa disaksikan
oleh semua kalangan dari mulai anak-anak, orang dewasa sampai dengan lanjut usia.
Kebanyakan mereka menghabiskan waktunya hanya untuk
menonton, seakan-akan tidak ada waktu luang bagi mereka kecuali untuk bermain
media sosial,
sehingga sebagai akibat lamanya durasi waktu dalam menonton, maka tanpa
disadari banyak perilaku dan sikap mereka yang terbawa karakter tokoh yang ada
dalam tontonan maupun permainan game
yang mereka mainkan, sehingga berpengaruh terhadap pola pikir dan sikap
mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
demikian sebagai dampak dari perilaku tersebut banyak diantaranya yang terpapar
karakter temperamental dan kejam yang terbawa dalam pola interaksi sosial dalam
keluaraga dan masyarakat, sehingga berakibat pada timbulnya kasus anak yang tega membunuh ibu kandungnya sendiri
karena meniru adegan game yang kerap dia mainkan, serta kasus yang lain
seperti, pornografi dikalangan anak, sex bebas, kasus anak sekolah marakit dan
meledakan bom disekolah dll. Itulah dampak dari tontonan yang dijadikan sebagai
tuntunan dalam kehidupan masyarakat
sekarang.
Begitu dahsyatnya penyalahgunaan media sosial sehingga menimbulkan
pengaruh negatif dikalangan masyarakat, dimana tuntunan yang seharusnya
dijadikan penutan dan pedoman hidup, namun hanya dijadikan tontonan yang tidak
berpengaruh pada perubahan sikap dan kepribadian, sebaliknya tontonan yang
hanya sekedar media hiburan namun banyak dijadikan sebagai tuntunan dan gaya
hidup, sehingga berpotensi pada timbulnya kekacauan dalam kehidupan keluarga dan
masyarakat. Selain
itu dengan adanya kemudahan dalam mempublikasikan berbagai konten dalam media
sosial, berdampak pada munculnya konten tuntunan yang menyesatkan karena materi
yang disampaikan cenderung ekstrim, radikal, dengan isi ceramah yang bersifat menghasut
dan memfitnah, sehingga materi tuntunan yang seharusnya memberi pencerahan,
justru hanya berisi tontonan yang tidak berdampak pada perbaikan karakter masyarakat.
Banyak media televisi yang menayangkan ceramah dan mimbar keagamaan, namun materi
yang disampaiakn belum mampu mengajak dan menarik penonton untuk menyimak, mengahayati
dan mengikuti apa yang sampaikan dalam
tayangan, sehingga tuntunan yang seharusnya memberikan pencerahan terkesan
hanya sampai pada tontonan yang tidak memiliki makna.
Guna menata kehidupan kedepan yang lebih
baik, tentu diperlukan pencerahan yang mampu merubah sikap dan perilaku yang
selama ini belum terarah pada kehidupan yang benar, dan mulailah memilih serta
memilah tuntunan dan tontonan yang tepat sehingga tidak membawa kita
kedalam kehidupan yang sesat dan tidak terarah. Untuk itu mari jadikan tuntunan
sebagai sarana dan pedoman yang dapat
menuntun dan mengarahkan hidup kita ke jalan yang baik dan benar, dan jadikan tontonan
hanya sekedar hiburan, karena adegan yang ditampilkan hanyalah ilusi dan rekayasa
belaka, untuk itu perlu kesadaran diri dan tekad yang kuat untuk menjadikan
tuntunan sebagai sarana instropeksi diri dan inspirasi kehidupan yang lebih
baik.
Komentar
Posting Komentar