DISASTER AS A TEST, WARNING OR DOZEN

 

                             MUSIBAH SEBAGAI UJIAN, PERINGATAN ATAU AZAB

        Musibah merupakan kondisi dimana segala kejadian yang tidak diinginkan menimpa manusia  seperti bencana alam, sakit,  kecelakaan, kematian dll, maupun kejadian yang dianggap baik seperti jabatan dan harta. Tidak ada asap bila tidak ada api, atau tidak ada akibat tanpa sebab, demikian pula terjadinya musibah seperti bencana alam tentu ada yang menjadi penyebabnya diantaranya faktor manusia sebagai aktor utama terjadinya kerusakan di muka bumi. Alam merupakan salah satu sumber kebutuhan hidup manusia, dimana segala macam kekayaannya ada yang tersebar dipermukaan maupun terpendam didalamnya, semuanya dapat dimanfaatkan untuk kesejahtaraan manusia, apabila dikelola dengan baik. Namun dalam perkembangannya kakayaan alam yang semula dikelola secara manual dengan tenaga manusia, seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah digantikan perannya dengan tenaga mesin yang relatif lebih cepat dengan hasil yang maksimal. Adanya perubahan tersebut tentu mendorong terjadinya eksploitasi besar-besaran terhadap pengelolaan sumber daya alam khusunya hutan, yang berakibat pada kerusakan hutan yang masif, dan terjadi diberbagai belahan dunia.

         Musibah merupakan peristiwa yang tidak pernah diharapkan kehadirannya, namun senantiasa datang secara tiba-tiba, serta berakibat pada kesulitan, kesedihan, atau penderitaan bagi siapapun yang menerimanya. Keadaan ini bisa menimpa siapa saja, dan terjadi kapan  saja dengan kedatangan yang tidak bisa diperedidksi sebelumnuya. Musibah hadir tidak saja sebagai ujian, peringatan maupun azab,  akan tetapi ada hikmah yang harus menjadi pelajaran dibalik musibah yang menimpa. Perlu disadari bahwa kehidupan akan terus berputar seiring berputarnya waktu, dimana saat senang, sedih dan gembira akan datang silih berganti, seperti roda berputar terkadang ada diatas, ditengah maupun dibawah. Hadirnya musibah bisa menjadi ujian manakala manusia sudah berupaya memelihara dan menjaga ritme kehidupan dengan baik dan tidak ada perbuatan mereka yang merusak alam dan lingkungan, Selain itu mereka selalu berusaha  manjaga kelestarian alam dengan baik, namun Tuhan berkehendak lain  dengan memberi ujian dalam bentuk musibah bencana yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, sehingga banyak manimbulkan korban yang menimpa mereka yang lemah dan tidak besalah, itulah ujian yang bisa menimpa siapapun yang Tuhan kehendaki.

         Bencana alam tidak hanya terjadi di negara kita, akan tetapi juga terjadi secara merata di seluruh belahan dunia, diantaranya di negara-negara Eropa maupun Amerika, yang sebelumnya jarang terdampak musibah bencana banjir. Namun yang mengherankan adalah terjadinya banjir yang akhir-akhir ini kerap melanda  wilayah negara bagian Amerika Serikat, yang sebelumnya tidak pernah ada, mengingat kesadaran  masyarakatnya terhadap pelestarian alam tergolong tinggi, hal ini ditandai dengan  masih terpeliharanya kelestarian hutan, dengan aneka tumbuhan dan pohon  yang berdiameter besar dengan ketinggian yang maksimal. Bagi sebagian masyarakat yang sadar akan pentingnya pelestarian alam dan selalu menjaganya dengan baik, namun pada suatu ketika mereka  berbuat salah dengan menebang pohon yang telah mereka pelihara sehingga berakibat pada rusaknya lingkungan, maka datangnya musibah boleh jadi merupakan peringatan dari Tuhan, bahwa dia telah melakukan perbuatan terlarang. Dengan adanya peringatan tersebut diharapkan timbul kesadaran untuk tidak melakukan kesalahan dikemudian hari, sehingga dengan adanya musibah tersebut dapat menumbuhkan kesadaran, bahwa melakukan  perbuatan merusak lingkungan adalah  tindakan yang akan berdampak pada timbulnya bencana yang akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.     

         Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor pada umumnya terjadi karena ulah tangan manusia yang melakukan tindakan perusakan hutan dengan menebang tanpa memperhitungkan dampak yang terjadi dikemudian hari. Dalam hati dan pikiran mereka yang ada hanya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan mengeksploitasi hutan serta mengalihkan fungsinya menjadai lahan pertanian, dan  perkebunan seluas luasnya dari puluhan, ratusan bahkan sampai ribuan hektar. Sehingga hutan yang semula berfungsi sebagai daerah konservasi sumber daya alam, berubah menjadi area pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai ekonomis, namun tidak mampu berperan sebagai daerah resapan, sehingga  disaat musim hujan tiba lahan tersebut tidak dapat menahan dan menampung derasnya air hujan, yang berakibat pada timbulnya tanah longsor dan banjir bandang. Kondisi ini boleh jadi merupakan azab dari Tuhan kepada mereka yang telah melakukan kerusakan dibumi, azab ini datang akibat dari perbuatan mereka sendiri sehingga segala kesengsaran, kerugian dan penderitaan merupakan azab yang sengaja di timpakan oleh Tuhan sebagai hukuman atas perbuatan yang telah mereka lakukan.

         Untuk itu marilah kita menyadari akan pentingnya menjaga kelestarian alam  dan lingkungan yang ada disekitar kita, karena sebagai manusia kita akan selalu hidup berdampingan dengan alam yang  senantiasa memberi rasa nyaman dan tentram apabila dipelihara dan dijaga dengan baik. Selain itu kedapan perlu adanya regulasi yang jelas dan tegas terhadap perizinan pembukaan lahan baru, dengan memetakan area yang dapat dan tidak dapat digunakan sebagai lahan perkebunan dan pertanian, sehingga akan dapat diantisipasi timbulnya bencana alam yang mungkin terjadi dikemudian hari. Alam dan segala  kekayaannya memang diperuntukan untuk mendukung kehidupan manusia, akan tetapi perlu adanya perhitungan dan pertimbangan yang matang dalam pemanfaatannya sehingga tidak berdampak pada kerusakan lingkungan yang berakibat pada timbulnya musibah banjir dan tanah longsor yang  merugikan kita semua.   

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HEART & MIND EXERCISE

TIME IN HUMAN LIFE

PREDICTIONS OF OBSTACLES TO PRAYER FOR VICTORY