PRAYER THROUGH THE DIMENSIONS OF SPACE AND TIME

                                   DO’A MENEMBUS DIMENSI RUANG DAN WAKTU




        Dalam menjalani kehidupan didunia, pada hakikatnya setiap diri manusia tidak memiliki daya upaya yang dapat menolong dirinya dari segala persoalan hidup, tanpa adanya pertolongan dari dzat Yang Maha Kuasa, yaitu Allah SWT, untuk itu dalam setiap aktifitas kehidupannya mereka senantiasa bergantung kepada pertolongan dan perlindunganNya. Dengan demikian do’a merupakan satu kekuatan yang dapat menembus ruang dan waktu, dalam menghantar segala harapan dan keinginan manusia kepada Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Pengabul Do’a. Setiap orang yang beriman akan selalu melantunkan segala permohonan, keinginan dan diharapkan melalui jalan berdo’a, karena itu merupakan satu-satunya cara ia dilakukan dalam berkomunikasi serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 Do’a merupakan sarana yang dapat memberikan kekuatan lahir maupun batin dalam mendukung segala aktifitas, serta memberikan ketenangan dan keyakinan akan terkabulnya segala keinginan dan harapan setiap manusia. Allah SWT, senantiasa mendengar dan mengabulkan permohonan do’a setiap hamba Nya, dan hanya waktu yang menentukan kapan dan berapa lama do’a itu akan terkabul. Untuk itu diperlukan sikap sabar dan tawakal, karena Allah SWT akan mengabulkan do’a pada setiap orang yang sabar, dan berserah diri kepada Nya, oleh karenanya agar do’a dapat terkabul, diperlukan instropeksi diri secara mayeluruh atas segala perbuatan dimasa lalu, dan segeralah memohon ampun, apabila ada dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat.

Setiap harapan dan permintaan hendaklah disertai dengan ahlak serta perilaku yang arif dan mulia, baik fertikal maupun horizontal, secara fertikal adalah dengan melaksanakan segala perintah dan meninggalkan laranganNya, serta melaksanakan kewajiban ibadah secara optimal, bila perlu ditambah dengan ibadah sunah, yang semuanya dilakukan hanya semata-mata karena Allah SWT. Kemudian secara horizontal dilakukan dengan berbuat baik kepada sesama dan selalu menghindari segala kesalahan baik ucapan maupun perbuatan yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Semua itu tentu desartai dengan ihktiar dan upaya yang maksimal, dengan mengorbankan tenaga maupun finansial sesuai harapan dan niat baik yang telah direncanakan.

         Do’a adalah salah satu pendukung dari semua ihtiar yang telah kita lakukan,  dan bekal dari segala kekuatan yang ada pada diri manusia, karena hanya dengan iringan do’a yang membuat orang menjadi percaya diri, seolah-olah ada kekuatan lain yang mendapinginya, yang selalu mengarahkan hati dan pikiran, terutama dalam memutuskan tindakan dan pilihan terbaik dari semua alternatif yang  mungkin kita hadapi, sehingga pilihan dan keputusan yang diambil dapat menentukan keberhasilan sesuai yang diharapkan. Setiap manusia pada dasarnya tidak memiliki kemampuan yang pasti untuk dapat mencapai segala keinginan sesaui yang diharapkan, karena  terkabulnya keinginan pada hakekatnya merupakan hak dan ketentuan yang telah ditatapkan Allah SWT, dan tidak satupun pencapaian tujuan tanpa ridho dari Nya.

Hanya manusia  sombong  dan tinggi hati yang selalu merasa bahwa apa yang dicapai dan diperoleh semata-mata karena jerih payahnya, serta selalu merasa dirinya yang paling mampu dibanding orang lain, sehingga menganggap setiap keberhasilan yang diperoleh, merupakan hasil dari usaha dan perjuangannya. Orang seperti ini tidak memiliki landasan iman dan takwa dalam hatinya, dan segala sesuatu yang dikejar hanya kepentingan dunia, tanpa ada sedikitpun ingat bahwa ada kekuatan lain selain dirinya yaitu Allah SWT. Disisi lain, Allah juga mengabulkan do’a semua umatNya, baik mereka yang beribadah maupun tidak beribadah, bagi mereka yang tidak beriman akan diberi karunia berupa kasih atau pemberian terhadap apa yang dia diupayakan, terkait kebutuhan hidup di dunia, dan Allah  kabulkan segala harapan yang  telah diusahakan baik berupa nikmat sehat, rezeki, dengan harta yang berlimpah, anak yang  sukses, serta segala kemewahan yang lain dengan tanpa batas, namun itu semua hanya kenikmatan di dunia saja dan bukan kenikmatan di akhirat. Namun bagi mereka yang beriman dan bertakwa,  akan diberi karunia berupa kasih dan sayang, yang melipiti segala kenikmatan dunia dan akhirat, dalam bentuk rezeki dan kesehatan yang barokah, serta hati dan jiwa yang tenang serta  akhir hidup yang khusnul khotaimah, dan itulah julukan bagi manusia yang selamat dunia maupun  akhirat.

    Do’a adalah sarana permohonan yang unik dan luar biasa, karana dengan berdo’a manusia dapat menyampaikan harapan dan keinginan kepada Tuhannya, dengan kekuatan yang mampu menembus dimensi ruang dan waktu, baik masa lalu maupun yang akan datang, untuk masa lalu kita bisa memohon ampun atas perbuatan dosa dan kesalahan dimasa lalu, dan untuk masa datang kita dapat memohon keselamatan kehidupan kelak di akhirat. Selain itu do’a juga dapat digunakan sebagai sarana memohon rahmat dan kebarokahan kepada Allah SWT, untuk Nabi Muhamad SAW beserta keluarganya yang hidup dalam masa ribuan tahun yang lalu, dan memohon syafaat dari Rosulullah SAW, kelak di akhirat yang jaraknya masih ribuan tahun yang akan datang, itulah keistimewaan do’a yang dapat menembus dimensi ruang  dan waktu.  Untuk itu agar dapat melakukannya, tentu diperlukan iman dan takwa sebagai landasan dikabulkannya setiap do’a dan permintaan kita, serta selalu percaya bahwa setiap do’a yang kita lantunkan pasti dikabulkan Allah SWT, dan itu semua memerlukan kesabaran, serta usaha dan ihtiar yang maksimal, Insya Allah segala do’a dan harapan  kita akan dapat terwujud, tentunya dengan disertai  niat yang baik dan ikhlas. Wallahu a’lam bishawab.    

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HEART & MIND EXERCISE

TIME IN HUMAN LIFE

PREDICTIONS OF OBSTACLES TO PRAYER FOR VICTORY