HONESTY CRISIS

 

                                                              KRISIS KEJUJURAN


          Dalam menjalani kehidupan yang penuh persaingan,  terkadang terasa sulit untuk mempertahankan sifat dan karakter jujur, mengingat hampir semua orang senantiasa berharap untuk mendapatkan keuntungan yang besar dan untuk memperolehnya sangat mustahil bila dilakukan dengan jujur, karana ada istilah yang mengatakan bila suatu perniagaan dibangun dengan kejujuran maka akan menuai kehancuran. Perlu diketahui bahwa kata jujur dapat diartikan sebagai kesesuaian antara apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukan, dimana seseorang bertindak sesuai dengan kebenaran dan dapat dipercaya, atau dengan kata lain sikap tulus yang tidak berdusta atau curang dan didasarkan pada kebenaran serta kenyataan.

Dihadapkan dengan situasai yang serba sulit terutama dalam upaya membangun dan mempertahankan ritme kehidupan, dimana  setiap orang selalu berlomba dan bersaing untuk mendapatkan formasi pekerjaan atau kedudukan yang jumlahnya sangat terbatas, sehingga untuk meraihnya tentu diperlukan usaha dan upaya yang maksimal, baik secara legal maupun ilegal, dalam kondisi seperti ini sangatlah berat bila suatu keberhasilan dapat diraih melalui jalan yang benar, mengingat kebenaran identik dengan keniscayaan dan penuh dengan ketidak pastian, sedangkan cara ilegal akan lebih menjajikan untuk mendapatkan keberhasilan.

Bila kita amati lebih jauh terutama dalam melakukan transaksi perniagaan, kebanyakan manusia sudah mengabaikan norma-norma kejujuran sebagai contoh untuk mendapat keuntungan dalam kegiatan jual beli, terkadang mereka merekayasa takaran maupun timbangan yang sulit diketahui oleh konsumen, sehingga dalam hal ini sering kali pembeli menjadi pihak yang banyak dirugikan sedangkan pedagang selalu medapatkan keuntungan. Demikian pula dalam bisnis online melalui sarana media sosial, terkadang mereka mempromosikan produk dengan gambar yang menarik, namun dalam kenyataannya kualitas barang yang dikirim tidak sama, bahkan lebih jelek dari yang dipromosikan, sehingga banyak kalangan konsumen yang merasa tertipu akibat ulah penjual yang tidak jujur dalam melakukan transaksi jual beli. Dengan demikian kejujuran merupakan sesuatu yang mahal, dan jarang ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan, boleh jadi hanya sedikit orang yang memiliki karakter  jujur dan lurus dalam melakukan transaksi perniagaan.

              Bagi mereka yang memiliki harta berlimpah dan kedudukan yang tinggi, apakah yakin bahwa semua didapat dengan cara yang  jujur, mengingat gaji yang diterima tiap bulan tidak sepadan dengan banyaknya harta yang mereka miliki, untuk itu dalam situasi sekarang jarang ditemukan pejabat yang masih memegang prinsip kejujuran dalam menjalankan amanahnya, sebagaimana kita ketahui saat ini banyak pejabat yang terlibat kasus korupsi, dan yang lebih miris lagi kasus tersebut terjadi di beberapa instansi, hal ini boleh jadi mereka lakukan akibat dari mahalnya biaya untuk mendapatkan jabatan, karena untuk meraihnya harus  mengeluarkan materi yang tidak sedikit, bahkan dengan barbagai macam cara dilakukan demi untuk meraih jabatan yang diinginkan, sehingga setelah berhasil meraihnya mereka berupaya mencari celah untuk mendapatkan keuntungan, guna mengembalikan semua biaya yang telah dikeluarkan. Kondisi seperti ini seolah olah sudah menjadi hal yang wajar dan biasa, bahkan menjadi budaya yang turun temurun dari pejabat yang lama kepada pejabat baru, sehingga sebagai akibat dari adanya budaya ketidak jujuran dari seluruh kalangan maka saat ini kita sedang menghadapi krisis kejujuran.    

            Dengan demikian kebohongan seakan akan sudah menjadi hal yang biasa dan dilakukan begitu saja tanpa meninggalkan rasa penyesalan sedikitpun, sehingga hati dan pikiran mereka sekan akan mati dan tertutup oleh aura kebohongan yang terus mendominasi, namun satu hal yang perlu dicatat bahwa siapapun yang menebar kebohongan pasti akan menuai tuntutan dikemudian hari, dan barang siapa yang menebar kejujuran akan menuai ketenangan. Apabila suatu kebohongan tidak terungkap dalam kehidupan dunia, namun nanti dalam kehidupan akhirat semuanya pasti akan dipertanggung jawabkan kepada TuhanNya, untuk itu selagi masih diberi kesempatan hidup segeralah bertobat dengan sebenar benarnya tobat, karena bagi siapapun yang bertobat pastikan akan diterima oleh  Allah SWT, karena hanya dengan bertobat hati kita akan merasa tentram. Wallohualam bissawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HEART & MIND EXERCISE

TIME IN HUMAN LIFE

PREDICTIONS OF OBSTACLES TO PRAYER FOR VICTORY