TREASURE AND THRONES DECORATE THE WORLD
HARTA DAN TAHTA PENGHIAS DUNIA
Dalam
perjalanan hidup manusia tidak bisa lepas dari harta, sabagai salah satu penopang
kehidupan sampai dengan akhir hayatnya, bahkan ada diantaranya yang menjadikan harta sebagai tujuan hidup,
sehingga segala aktifitasnya selalu menempatkan harta sebagai prioritas utama, dari
pada kepentingan yang lain. Namun dibalik itu semua, harta kerap manjadi penyebab
awal dan faktor pemicu timbulnya permusuhan dan pertikaian antar sahabat,
kerabat bahkan antar saudara sekandung karena berebut harta. Begitu pun dengan
tahta atau jabatan sebagai sarana dan lambang kekuasaan yang selalu
diperebutkan manusia, karena mereka berpikir bahwa dengan menduduki jabatan akan
diperoleh wewenang dan kekuasaan, serta membuka kesempatan untuk mendapatkan
materi atau harta sesuai yang diinginkan. Selain itu dengan jabatan yang diperoleh akan
berdampak pada timbulnya kebergantungan nasib dan kepentingan orang lain
terhadap kebijakan dan kewenangannya, serta berpotensi pada timbulnya transaksi
dan permintaan imbalan demi mengamankan suatu kepentingan.
Tahta atau jabatan adalah sarana penghias dunia, yang mampu memberi daya
tarik manusia untuk dapat meraihnya, mengingat jumlahnya yang terbatas, maka kerap
memerlukan mekanisme seleksi dan pemilihan yang dalam prosesnya terkadang
dihiasi dengan tindakan legal maupun ilegal, demi mendapatkan jabatan yang diinginkan. Untuk itu tidak mengherankan
manakala orang yang berhasil, adalah yang banyak mengorbankan hartanya, meskipun hanya berbekal
keampuan intelektual dan kepemimpinan terbatas, disi lain mereka yang memiliki kemampuan
ilmu dan intelektual baik terkadang tersisih, karena tidak didukung finansial
yang memadahi. Itulah kondisi kultur dan budaya
masayarakat kita, yang masih menempatan finansial sebagai unsur penting dalam
menentukan pilihan, sehingga bardampak pada mahalnya biaya yang dikeluarkan
untuk memilih seorang pemimpin, hal ini berakibat pada munculnya hasrat
pejabat untuk mendapatkan kembali modal yang telah dikeluarkan, dengan
melakukan tindak korupsi yang banyak
menimbulkan kerugian negara.
Harta dan tahta memiliki hubungan yang saling
bergantung satu sama lain, seperti halnya untuk mendapatkan jabatan senantiasa
diperlukan harta dalam bentuk uang, dan makanakala jabatan bisa diraih, maka
berpotensi pada bertambahnya pendapatan atau harta yang dimiliki,
itulah gambaran eratnya hubungan harta dan tahta sebagai sarana penghias dunia.
Akan tetapi keduanya bisa menjerumuskan manusia kedalam jurang kenistaan,
manakala tidak hati-hati dalam mengelola dan mengendalikannya. Sebagaimana
kondisi saat ini dimana banyak pejabat yang masuk dalam jerat hukum akibat perbuatan yang
mereka lakukan, sehingga berdampak pada
hilangnya kepercayaan masyarakat. Dengan demikian sebagai akibat dari salah
langkah dalam mengatur dan mengelola jabatan maka berakibat pada jatuhnya
harkat dan martabat serta kehormatan, dimana mereka semula hidup dalam gelimang
kenikmatan fasilitas yang serba mewah dan terhormat, tiba-tiba berubah menjadi
hidup nestapa dan tinggal dibelakang jeruji besi yang penuh dengan ketidak
nyamanan.
Harta dan tahta sejatinya adalah amanah yang
harus dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya, serta digunakan dalam
kemaslahatan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Untuk itu
marilah kita merubah mindset serta niat berbuat curang dalam menjalankan
amanah, karena sekecil apapun kesalahan dan kekeliruan dalam menjalankan amanah
akan dipertanggung jawabkan kelak dihadapan Allah SWT. Perlu diketahui bahwa
harta dan penghasilan yang dipeoleh dari hasil korupsi tidak akan membawa
barokah, namun sebaliknya akan menjadi racun dalam kehidupan keluarga, seperti munculnya
nafsu syahwat yang tidak terkendali, dan berakibat pada perilaku selingkuh pada
suami maupun isteri, selain itu akibat lain adalah berubahnya karaker anak yang
semula patuh dan penurut menjadi pemberotak, dan berani pada orang tua akibat
mengonsumsi nafkah yang tidak halal, sehingga berpengaruh pada kehidupan
keluarga yang semakin sulit dan memberatkan. Itulah beberapa akibat dari orang
yang makan harta yang tidak barokah, sehingga meracuni kehidupan keluarga, dan merubah hidup menjadi
tidak terarah dan penuh dengan keresahan, kegelisahan serta berujung pada
kesesatan.
Oleh kerenanya marilah kita hidup dengan
berlandakan kejujuran, transfaran dan apa adanya, serta mejalankan jabatan
dengan penuh amanah, sehingga hidup akan lebih bermakna, penuh dengen
kebarokahan dan ketenangan. Selain
itu kelola harta dengen sebaik-baiknya untuk digunakan dijalan yang
benar, dengan menebar amal kebaikan melalui pemberiaran infak dan sedekah
kepada mereka yang berhak menerimanya, sehingga harta dan jabatan yang
kita miliki akan bernilai manfaat
dan dapat menjadi penghias kebaikan di dunia maupun akhirat.

Komentar
Posting Komentar