DON'T WASTE YOUR TIME

 

                                                          JANGAN SIA-SIAKAN WAKTU 


        Perjalanan hidup manusia sejak awal lahir di dunia senantiasa beriringan dengan waktu, dan ia dapat menjadikan sekat atau tanda yang membatasi masa selama berlangsungnya kehidupan, sekat kehidupan itu dapat diartikan sebagai periode waktu yang diawali dari saat lahir kemudian masuk pada  masa tumbuh kembang, meliputi masa Balita, kemudian anak-anak sampai dengan dewasa, dimana kondisi tersebut dilalui manusia dalam proses hidupnya. Oleh karenanya waktu akan terus berjalan seiring perjalanan hidup  yang dipenuhi dengan suasana senang maupun susah, serta bahagia maupun sengsara, sempai tiba di sekat yang terakhir yaitu menutup mata untuk selama-lamanya.

Dengan terus berjalannya waktu hendaknya kita sadar bahwa semua akan berakhir, dan batas akhir itu tidak akan dapat diprediksi maupun diperkirakan, karena itu semua merupakan rahasia Tuhan YME, dan  tujuan manusia diciptakan hanya untuk menjalani hidup serta beribadah kepadaNya. Bila kita simak lebih jauh bahwa, hidup manusia selalu diwarnai dengan berbagai aktifitas yang berkaitan dengan upaya dan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik untuk diri sendiri maupun keluarga, aktifitas tersebut dilakukan manusia hampir setiap saat, dengan demikian waktu memegang peranan penting, yang dapat digunakan sebagai batas awal dan berakhirnya suatu pekerjaan. Bagi mereka yang sadar adanya waktu yang membatasi kehidupan, maka akan berupaya untuk menggunakan waktu sebaik baiknya, terutama dalam membagi dan mengatur waktu untuk bekerja mencari nafkah maupun untuk beribadah.

         Waktu terus berputar seiring perjalanan hidup manusia, tanpa dapat dicegah maupun kembali kembali ke belakang, ibarat anak panah yang melesat dengan cepat tanpa dapat berputar kembali kearah busur yang melepasnya, dan akan berhenti manakala mengenai sasaran yang dutuju, demikian pula hidup manusia akan terus berjalan sampai ujung batas kematian. Namun sangat disayangkan banyak manusia lalai bahwa hidup ada batasnya, sehingga mereka terlena dengan segala aktifitas kehidupan dunia beserta kenikmatannya, dan seringkali melewatkan waktu beribadah sebagai kewajiban yang kelak dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan YME. Lalu dengan waktu yang ada mereka terus  berlomba lomba menumpuk harta secara berlebihan, seolah olah  akan hidup selamanya, padahal bila kita renungkan lebih jauh bahwa jatah hidup didunia sangatlah terbatas, apabila tidak diatur dengan baik,  maka  akan timbul penyesalan yang teramat dalam.

Disisi lain ada yang menggunakan waktu luang untuk kegiatan tidak berguna, padahal waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga, bila digunakan dengan bijak untuk kegiatan yang bermanfaat, karena sekecil apapun upaya dan usaha akan memberikan nilai yang positif bagi yang melakukannya. Untuk itu jadikanlah diri kita sebagai orang yang bermanfaat, karena sebaik baiknya manusia adalah mereka yang dapat memberi manfaat bagi orang  lain, makna manfaat disini sangatlah luas, tidak hanya dilihat dari sisi materi seperti uang dan harta,  namun dapat juga dari sisi rohani seperti memberi  nasehat, dan saran tentang kebaikan berupa penyampaian ilmu agama, serta ilmu pendidikan yang menunjang kehidupan.

         Untuk itu marilah kita merenung sejenak dan mengevaluasi diri, sudahkah hidup yang telah dilalui diisi  dengan sesuatu yang bermanfaat, atau berlalu begitu saja tanpa ada aktifitas bernilai, sungguh merupakan kerugian yang teramat besar manakala waktu dalam kehidupan  berlalu begitu saja tanpa diisi dengan sesuatu yang bermanfaat, terlebih bila digunakan untuk melakukan perbuatan terlarang sehingga harus berhadapan dengan hukum, dan berujung penjara yang mengekang dan mengikat kebebasan hidup. Untuk itu janganlah mencoba untuk menyia-nyiakan waktu karena bila sekali terlewat tidak akan kembali berulang, dan perlu diingat bahwa kesempatan hanya datang sekali, apabila tidak digunakan dan dimanfaatkan dengan baik maka akan timbul penyesalan selama lamanya.

Selagi masih diberi kesempatan untuk hidup, marilah waktu  yang masih tersisa kita gunakan untuk melakukan kabaikan secara fertikal dan horizontal, yaitu memohon ampunan kepada Tuhan YME, atas segala perbuatan dosa yang pernah kita lakukan, serta berbuat baik kepada sesama dengan memaafkan  kesalahan orang lain, dan meminta maaf apabila kita berbuat salah kepada mereka. Dengan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk amal kebaikan, merupakan salah satu upaya terbaik dalam hidup, sebelum semuanya terlambat karana waktu tidak akan menunggu, ia akan terus berlalu meninggalkan kita sampai batas akhir yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Wallohualam bissawab.         

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HEART & MIND EXERCISE

TIME IN HUMAN LIFE

PREDICTIONS OF OBSTACLES TO PRAYER FOR VICTORY