CHOOSE A QUIET LIFE OR A HAPPY LIFE

PILIH HIDUP TENANG ATAU HIDUP SENANG




Banyak orang mengatakan bahwa hidup adalah pilihan, oleh karenanya perlu ada keyakinan dalam diri untuk menentukan jalan terbaik dengan berbagai konsekwensi yang akan dihadapi. Memang  ketenangan dan kesenangan merupakan  suasana hati yang biasa kita dirasakan, dan kondisi  ini mampu membawa manusia larut dalam kebahagiaan. Perasaan hati yang  mencerminkan kesenangan dan ketenangan berbeda antara individu satu dengan yang lain, mungkin ada sebagian orang yang  bisa merasakan apabila mendapatkan materi baik berupa uang maupun barang dengan nominal yang  sedikit mereka sudah bisa senang dan bahagia, namun disisi lain ada pihak yang mendapatkan dengan nominal yang sama, namun masih merasa kurang bahkan  tidak cukup untuk membuat hati senang dan bahagia.

Kesenangan dan ketenangan dapat dirasakan dari berbagai macam situasi dan kondisi meliputi latar belakang sosial ekonomi, kedudukan pangkat dan jabatan, pola hidup dll.  Sebagai contoh, mungkin bagi sebagian orang hidup dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah dengan penghasilan yang pas pasan, mereka akan merasa senang dan bahagia manakala mendapatan penghasilan yang cukup untuk makan satu atau dua hari kedepan, namun disisi lain bagi orang yang berpenghasilan menengah ke atas akan menilai penghsilan tersebut sangatlah kecil dan tidak layak bagi mereka, serta tidak akan membuat mereka bahagia. Dengan demiikan penilaian kesenangan dalam hidup ini sebenarnya banyak dipengaruhi oleh materi yang mampu mereka gunakan untuk mewujudkan hal-hal yang akan membuat senang dan bahagia namun itu semua bergantung pada pola hidup dan penilaian masing-masing individu yang tentu berbeda satu sama lain.

Demikin pula dengan ketenangan yang juga berhubungan dengan suasana hati dan tidak terlalu banyak dipengaruhi   dengan   banyak sedikitnya  materi, meskipun kita tidak  menyangakal bawa materi merupakan salah satu bagian dari ketenangan. Ada beberapa faktor yang akan membuat hidup tenang diantaranya  ikhlas dan sabar, keduanya merupakan komponen dasar yang harus tertanam dalam diri kita terutama dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, karena dengan ihklas dan sabar  akan timbul  upaya mengendalikan hati dan pikiran untuk lebih bijak serta menekan munculnya karakter emosional yang  mendorong tindakan negatif dan merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sebagian besar manusia ingin hidup senang dan bahagia dengan berbagai fasilitas kehidupan yang serba ada, penghasilan besar, pangkat dan jabatan yang tinggi, serta mampu memenuhi segala kebutuhan hidup dengan mudah, dalam hal ini esensi kesenangan hidup lebih banyak  dipengaruhi oleh materi dan gaya hidup.  Apabila  seluruh kebutuhan hidup mendasar seperti makanan, minuman,  rumah, dan mobil mewah dll. sudah bisa terpenuhi dengan  mudah, maka bagi mereka yang tidak memiliki landasan agama dan iman yang kuat, cenderung akan mencari suasana lain, yang dapat memberi kebahagiaan  dan kesenangan sesaat dengan mendatangi tempat-tempat hiburan malam, seperti karoke, diskotik, bahkan mencoba merasakan narkoba serta  tempat prostitisi  yang ada disudut kota. Bila hal ini sudah menjadi kebiasaan, maka akan terbentuk pola kehidupan yang sulit untuk dihentikan serta dirubah sesuai norma agama dan norma kehidupan yang ada dilingkungan keluarga dan masyarakat.

Sebagaimana kita ketahui bahawa untuk mendapatkan kesenangan seperti hiburan dan hoby, pada  umumnya diperlukan biaya yang tidak sedikit, namun ada sebagian orang yang berupaya mendapatkannya meskipun harus mengeluarkan banyak uang, karena kesenangan identik dengan nafsu yang tidak pernah terpuaskan dan terus menuntut untuk dipenuhi melalui cara apapun sehingga mendorong  orang untuk mandapatkan finansial dengan menempuh berbagai macam cara baik yang legal maupun ilegal. Bila ditinjau dari aspek rohani  kesenangan yang berlebihan akan dapat mematikan hati, yaitu  berkurangnya daya resposif hati terhadap berbagai permasalahan yang ada dilingkungan keluarga dan masyarakat, sebagai contoh apabila ada rekan atau tetangga kita yang terkena musibah maka dia tidak akan memiliki rasa iba atau belas kasihan terhadap orang  kena musibah, disisi lain dia akan merasa sedih dan iri bila tetangga sebelah memiliki kehidupan yang lebih mapan, itulah ciri–cairi hati yang mati karena terlalu banyak diisi dengan kesenangan. 

 Kehidupan yang tenang lebih banyak dipengaruhi oleh suasana hati dan rohani yang bersih, namun tidak semua orang mampu meraihya, karena untuk mendapatkan ketenangan diperlukan keikhlasan dan kesabaran, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Pada dasarnya ketenangan  dapat   diraih melalui berbagai cara diantaranya senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, melalui ibadah yang khusu dan ikhlas serta menjalankan semua perintah Nya serta menjauhi larangan Nya. Ketenangan hidup akan dirasakan oleh mereka yang menjalankan agama secara benar dan istiqomah, serta selalu berupaya memohon petunjuk, taufik dan hidayahNya dalam setiap langkah kehidupan yang sedang dan akan dilaluinya. Orang dengan kehidupan yang tenang pada dasarnya sudah tidak lagi menempatkan kenikmatan dunia sebagai tujuannya, dan mereka akan selalu merasa cukup atas rizki dan pendapatan yang diperoleh melalui cara yang halal, dan selalu menjauhi perbuatan yang mehalalkan segala cara, seperti mencuri, korupsi, dan segala tindakan yang dapat merugikan orang.

Ada beberapa tempat yang dapat memberikan nuansa ketenangan salah satu diantaranya adalah Masjid sebagai tempat ibadah dan mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT,  masjid selain tempat untuk melaksanakan sholat berjamaah juga dapat digunakan untuk berdjikir, baca Al Quran, dan  Itiqaf sebagai sarana kontemplasi untuk mengevaluasi kehidupan yang telah dilalui, sehingga malaui ibadah yang dilakuakan tersebut kita akan memberoleh ketenangan lahir maupun batin. Sebenarnya mendapatkan kehidupan yang tenang  merupakan sesuatu yang mudah dilakukan dan semuanya tanpa mengeluarkan biaya yang besar akan tetapi hanya menuntut kemauan dan tekad yang kuat, namun tidak semua orang  mau dan mampu melakukannya, mereka lebih suka hidup senang dengan berbagai konsekuansi yang dihadapi.

Dalam hati yang tenang akan tersimpan karakter pribadi yang ingin selalu berbuat baik kapada sesama, dalam jiwa yang tenang akan terpancar wajah cerah sebagai pancaran hati yang bersih, serta memiki perasaan sensitif  terhadap permasalahan yang dialami orang lain, seperti perasaan iba dan ingin membantu kesulitan orang  lain, perasaan sedih bila ada tetangga yang terkena musibah, serta kehidupan yang merasa diawasi oleh Sang Maha Pencipta, sehingga selalu menghindari perbuatan menyimpang yang dilarang agama, seperti perilaku tidak jujur dalam manjalankan amanah.

Perilaku tidak jujur akan selalu menimbulkan rasa  resah dan gelisah  serta membuat hati tidak tenang, dan untuk menghilangkan perasaan tersebut satu satunya jalan adalah mengembalikan materi yang diperoleh secara tidak jujur kepada pihak yang dirugikan karena tindakanya,  disertai permintaan maaf atas kehilafan yang telah dilakukan, namun tentu hal itu akan terasa berat bila dilakukan, karena akan menurunkan harga diri dan konsekusi hukum yang akan dihadapi, untuk itu jalan terbaik hanyalah bertobat dan memohon ampun kepada Nya  meskipun itu belum bisa menyelesaikan masalah sebelum meminta maaf kepada orang yang telah dizalimi.

Hidup tenang  adalah suatu pilihan yang bisa diambil meskipun harus dengan cara yang cukup berat bila dilakukan, terutama dalam mengalahkan diri sendiri, namun semua akan kembali pada diri kita apakah kita mau hidup senang dengan berbagai resiko yang akan terjadi atau hidup tenang dan nyaman dengan menempuh hidup sederhana dan selalau bersyukur dengan segala yang kita miliki meskipun hanya cukup dan tidak berlebihan.

    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HEART & MIND EXERCISE

TIME IN HUMAN LIFE

PREDICTIONS OF OBSTACLES TO PRAYER FOR VICTORY